Sabtu, Maret 10, 2012

Ice Choco cake

This afternoon with ice choco  at chocolate cake  Yogyakarta.

Selasa, Maret 06, 2012

dari mbak yuar dan mas namara :)

jadi begini guys, gue dapet ini dari mbak yuar ini diaa. jeng jengggg
walau aku gag tahu siapa mas namara dan bagaimana wajahnya setidaknya isi hatiku terwakili., hahhaa
makasi mbak
makasi mas yang aku sebenrnya juga gag tahu :)
let's read . sumpah menyentuh.
ini aku Copy-kan salah satu puisi blog teman (Namarappucino.com)

1.
Kamu bisa jadi atomku, yang selalu mengisi ruang-ruang kosong. Lalu menjadi satu energi.

2.
Yang kamu tahu, aku perhatian denganmu.
Yang tidak kamu tahu, aku mencintaimu.

3.
Aku sedang rindu, tapi tak bisa mengatakannya kepadamu. Semoga kamu membaca tulisanku.

4.
Aku mencintaimu tanpa jenuh. Tapi pikiran rasionalku tidak. Ada waktunya berhenti menunggu.

5.
Aku sedang mengutip setiap gerakanmu. Kalau-kalau aku rindu.

6.
Iya, tubuhmu sudah menjauhi. Hatimu?

7.
Lukamu itu, aku akan membalutnya dengan pelukan paling nyaman yang bisa kusiapkan.
Kalau tidak menyembuhkan, mungkin bisa menghangatkan.

8.
Kalau aku terus membuatmu tertawa, terus mendengarmu bercerita, apa itu sudah cukup untuk membuatmu jatuh cinta?

Senin, Maret 05, 2012

Dimana keaadilan ?

kadang gue mikir, hukum bagaikan peluru , kenapa peluru ?
liat aja peluru begitu saja melayang pada orang-orang yang gag punya apa-apa.
bagi mereka yang memiliki segalanya hukum bisa dinegosiasi.
kadang aku berfikir, kalimat "semua orang dimata hukum sama" hanya bualan. nyatanya didepan hukum, uang dan jabatan sangat berpengaruh.
gue rasa hukum tuh kayak pengusaha yang berbisnis perkara dan ditemani undang-undang. dikawal makelar hukum yang menjadi barang dagangan dan dapat diperjual belikan atau ditukar sesuka hati dengan harga paling tinggi.

kadang gue kasian sama anak anak jalanan yang cuman bisa ngemis, katanya pendidikan wajib 9thn ? mana buktinya ? gue sering kasian liat anak kecil yang diperjual belikan juga buat disuruh ngemis. dunia ini memang kacau, mungkin sekarang pikiran gue juga kacau,
aparat hilang nurani, pengacara hilang etika sepertinya sudah biasa. hukum ku rasa memang lama hilang dari negeri ini.
hukum seperti sarana laba-laba, yang menangkap lalat kecil dan melepaskan lebah menerobosnya.

Para praktisi bangsa ini meyakini bahwa kemerdekaan ada jika terdapat keadilan.
tapi keadilan telah lama diinjak-injak.
Pahlawan kita pasti tak menyangka bahwa keadilan tumbang disebuah negeri yang merdeka, negeri yang mereka rintis.

cukup sampai disini kegalauan aku !!nanti merembet kemana mana berabe.