Senin, September 30, 2013

Indonesia bagian kangen sama kamu

hai tuan selamat siang. bagaimana hari mu ? baik bukan ?
tuan, kalau aku kangen sama kamu boleh?
mau bilang kangen aja susah apalagi ditambah jarak dan gengsi. jarak itu kadang jahat dia yang membuat aku tak bisa bertemu denganmu. tapi dia juga baik, menjaga rinduku. suatu saat jika kita bertemu lagi setelah sekian lama tak bertemu, aku pasti akan berterima kasih pada jarak yang telah memberikan kesan lebih pada pertemuan kita (besok).
tuan, kalau aku pengen. aku dan kamu dirubah jadi kata kita boleh?
aku bukan tipe seseorang yang tak mau mengakui perasaanku.
tuan, jika aku jatuh cinta sama kamu karena kamu ? bagaimana tuan ? :)

Sabtu, Agustus 24, 2013

Coklat, Mawar merah



Coklat dan mawar merah, wanita mana yang tak suka dikirimin bunga dan coklat ? appalagi kalau yang ngirim lelaki spesial yang didambakalnnya gimana ? seneng banget kan ?  tapi jangan sampai cintamu hanya sebatas coklat dan mawar merah.
Tau coklat yang rasanya kadang manis dan kadang pahit kayak cinta ?
Cinta layaknya coklat kamu punya pilihan, mau memakan lahab semua coklat itu , mau membiarkannya usang dimakan zaman atau mau dipotong-potong menggunakan pisau?
Kalau udah habis ya udah dibuang, kan udah gak memberi kenikmatan lagi itu coklat.
Aku inget pernah debat masalah bunga diburjo babe daerah kuningan,yogyakarta. Cinta yang ddilambangkan dengan bunga palsu dan bunga mawar yang segar. Kebetulan aku dapetnya bunga mawar merah segar, tapi ada temen bilang “bunga mawar asli, bentar lagi juga layu sama kayak cintanya. Mending bunga palsu yang cinta nya awet gak kemakan zaman” kurang lebih begitu.
Tapi sebenernya bunga asli atau bunga palsu itu sama aja,
Bunga asli , jika cinta diibaratkan bunga berarti dia tak setia. Bunga cantik, tapi cantinya cuman berapa hari? Bunga asli itu merah merona, kalau kelopaknya udah ilang semua ? bunga asli yang rela diperotoli semua kelopaknya itu yang bego, habis diperotoli semua mau apa lagi hayo kalau gak penyesalan? Kelopaknya udah abis jadi manfaatnya juga udah abis. Pencabutan dari tanah untuk hal yang sia sia.
Bagaimana dengan bunga palsu ? bunga palsu emang tahan lama, tapi kepikiran gak kalau cintanya bisa jadi palsu ? penuh kepalsuan dan gak wangi.
Cinta punya itu mahar bukan semata-mata bisa dibeli dengan harga semaumu, kamu mau diseriusin atau dimainin ? kalau serius dateng bareng orang-tua , dilamar dong. Cinta itu perjuangan dengan kata atau pena.

Rabu, Agustus 21, 2013

Karawitan sebagai identitas bangsa


Karawitan jawa, setiap masyarakat indonesia pasti tidak asing dengan kalimat tersebut. Eksistensi atau keberadaan karawitan ditengah masyarakat tidak pernah lepas dari budaya masyarakat itu sendiri. Resistensi atau ketahanan karawitan dalam menghadapi perubahan zaman berlangsung sepanjang zaman. (Purwadi,2006:1-3)
Bagian kebudayaan dipertahankan dan dihargai sebagai suatu keberagaman seperti pepatah jawa “desa mawa cara, negara mawa tata” yang artinya kurang lebih negara atau desa mempunyai cara tersendiri untuk menghhargai budayanya masing-masing. Nilai yang terkandung dalam karawitan adalah nilai luhur yang sesuai dengan tata cara kehidupan dan bisa jadi sebagai simbol keberadaan masyarakat jawa.
Lalu bagaimana karawitan diera globalisasi ini?
Globalisasi adalah suatu proses antar individu atau kelompok dan negara untuk saling berinteraksi, bergantung, terkait dan memengaruhi satu sama lain melintasi batas negara. Sebenarnya ada dampak negatif dan positif, dampak positifnya informasi dan ilmu pengetahuan lebih cepat diperoleh, komunikasi mudah silakukan, mobilitasnnya tinggi. Tapi globalisasi mempengaruhi hampir semua aspek budaya. Hal ini membawa perubahan contohnya etika dalam pembawaan diri, berpakaian dan berbicara sedikit memudar. Memudarnya ini salah satu unsur penyebab melemahnya identitas bangsa. Karawitan sebagai budaya dan identitas bangsa Indonesia bukan hanya sebagai budaya lokal melainkan menjadi budaya nasional dan global, wujud mempertahankan budaya bisa kita liat para seniman banyak membuat sanggar seni di dalam negeri maupun diluar negeri sana.
Sedikit dan perlahan karawitan mulai terpinggir oleh seni budaya luar yang masuk sengan berbagai macam cara. Karawitan seolah-olah tenggelam ditengah-tengah kehadiran berbagai jenis musik, banyak yang beranggapan karawitan itu kuno, tidak praktis dan ahal jika disajikan dalam pagelaran. Tapi pelestarian karawitan jawa bukan hanya jadi tanggungjawab para seniman melainkan semua masyarakat khususnya geenrasi penerus bangsa. Agar karawitan tidak tergeser dan menajdi identitas bangsa lain. Karawitan klasikpun masih diperdengarkan yaitu Uyon-uyon Hadiluhung Kraton ngayogyakarta Hadiningrat yang diadakan sejak zaman Sultan Hamangku Buwono VII, musik ini memang tidak banyak penggemarnya karena musik ini mengacu pada penyajian masa lalu yang tidak boleh dirubah (pakem). Hal ini dipertahankan Keraton yogyakarta untuk ‘tingalan dalem’ (hari kelahiran sultan). Setelah Sri SultanHamengku Buwana ke X bertahta, acara ini diadakan setiap hari Senin pon malam Selasa Wage dissesuaikan dengan hari dan pasaran kelahiran sultan.
Nilai kebersamaan dan kekeluargaan terkandung dalam karawitan, karena karawitan tidak bisa dimainkan oleh satu orang, hal ini mengasah pemain musik untuk menumbuhkan rasa kebersamaan, menghargai, saling toleransi, bergotong royong, disiplin dan rasa kepekaan. Selain itu karawitan mengajarkan tentang kehidupan manusia. Terlihat dari tembang-tembang yang sering diperdengarkan, tembang yang menggambarkan kehidupan manusia dari lahir hingga mati.
Lebih sedihnya lagi angklung adalah pelajaran wajib bagi pelajar singapura, lalu indonesia ? bukan berarti kita harus mendengarkan karawitan klasik, karawitan yang telah dicampur dengan alat musik modern juga bagus, karena ini masalah estetika dan selera. Kalau aku lebih suka dengerin Bossanova jawa .